Showing posts with label PPAB MTI 2011. Show all posts
Showing posts with label PPAB MTI 2011. Show all posts

Sunday, August 5, 2012

Review Hari kKe-4


PPAB hari kedua dimulai dengan dikumpulnya kami di GSG. Setelah apel pagi, proses pengecekan spek dilakukan. Ternyata banyak diantara kami yang tidak membawa alat shalat (dalam hal ini sajadah). Kami melakukan senam layang sebanyaj 40 hitungan sebagai konsekuensi atas kekurangpedulian kami terhadap teman yang lain untuk mengingatkan kelengkapan spek. Saat pengumpulan tugas harian dilakukan, ternyata masih banyak diantara kami yang terlambat mengerjakan review di blog. Hal ini mungkin dikarenakan kami yang pulang terlalu malam sehingga tidak dapat mengepos surat kami.

Setelah apel pagi acara dilanjutkan dengan materi yang diberikan di ruang PTI. Materi pertama diberikan oleh ka Suryo mengenai urgensi berhimpun. Dari penyampaian materi tersebut, paaradigma saya mengenai budaya berhimpun mahasiswa menjadi lebih terbuka. Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan struktur organisasi MTI.  Penjelasan mengenai struktur organisasi ini dijelaskan oleh para senior secara bergiliran tiap divisi.

Pemberian materi dilanjutkan dengan acara Amazing Race. Mendengar namanya saja saya  sudah bersemangat dan mengharapkan sesuatu yang luar biasa pada sesi kali ini. Dan ternyata harapan saya tidak dikecewakan. Acaranya memang seru dan menarik, apalagi setelah tiga hari ke belakang kami hanya mendapatkan materi dan duduk lama di dalam ruangan.  Kami dikelompokkan berdasarkan kelompok mentoring. Kemudian kami diberikan petunjuk untuk menuju tempat pos masing-masing. Di tiap pos kami diminta untuk menampilkan yel-yel kelompok dan melakukan game-game.  Perjalanan kelompok kami cukup mulus. Selama perjalanan alat komunikasi dan alat elektronik lainnya dikumpulkan kepada mentor.

Setelah asramaw untuk melakukan  forum rica, Waupun materi senyembra dan pengumpulan dari sekarang, saya dan kelompok tetap mengerjakan dengan serius. Pada akhirnya, di akhir acara ada sesi pembagian hadiah untuk presentasi 7 tools dan kelompok peserta forum Riska. Alhamdulillah kelompok saya adalah kelompok yang mengingatkan pada teman-teman yang lainnya. Apel sore dilakukan dalam waktu yang singkat karena saat itu jam gadang hampir menunjuukkan sebentar lagi waktu di kontrak belajar untuk dimutiara. Hari ini pun kami diberikan beberapa tugas angkatan kembali. 

Thursday, August 2, 2012

SWOT dan TOWS-Strategy

Untuk penjabaran Strength, Weakness, Opportunity dan Threat akan saya jabarkan dapan bentuk point-point.
1.      STRENGTH
a.       Sudah memiliki penghasilan sendiri dari bisnis yang saya jalankan sehingga sudah tidak perlu meminta uang jajan dari orang tua
b.      Memiliki kepribadian phlegmatis/sanguinis. Saya memiliki kombinasi sifat-sifat positif dari kedua kepribadian tersebut.
c.       Memiliki pandangan yang terbuka terhadap perkembangan sains, ilmu pengetahuan dan teknologi
d.      Mudah beradaptasi atau menyesuaikan diri terhadap lingkungan baru
e.       Merupakan pendengar yang baik untuk berbagai macam hal dan merupakan pendengar yang baik
f.       Memiliki beberapa skill non akademik yang menari seperti pewacanaan tarot, sulap, hypnosis dan akupuntur.

2.      WEAKNESS
a.       Sering menunda-nunda dalam mengerjakan tugas dan pekerjaan.
b.      Sering mengubah-ngubah prioritas agenda kegiatan menurut skala prioritas
c.       Masih bersifat kekanak-kanakan
d.      Jika sudah asyik mengerjakan suatu hal kadang sering lupa waktu
e.       Kurang disiplin dalam mengatur keuangan sehingga sering terjadi pengeluaran lebih banyak dari pemasukan.
f.       Kadang kurang memperhatikan omongan yang terucap dari mulut

3.      OPPORTUNITY
a.       Ada banyak kenalan baik di angkatan atas maupun rekan-rekan di fakultas lain sehingga banyak koneksi dan sumber informasi mengenai kegiatan di kampus ITB
b.      Posisi rumah strategis karena kemudahan akses terhadap tempat-tempat seperti rumah ibadah, indomaret, alfamart, warnet. JNE dan lain-lain.
c.       Lama tinggal di Bandung sehingga cukup mengetahui mengenai berbagai daerah di Bandung, rute angkot, bahasa Sunda dan tempat membeli berbagai macam kebutuhan
d.      Ayah saya mewariskan perpustakaannya yang berisi buku-buku dari berbagai kategori yang dapat saya manfaatkan untuk mengembangkan pribadi saya.

4.      Threat
a.       Larangan pulang malam dari orang tua sehingga saya memiliki keterbatasan untuk melalukan kegiatan kemahasiswaan di kampus sampai malam
b.      Sudah terikat kontrak kerja di luar kampus sehingga tidak dapat full time dalam kegiatan kemahasiswaan di kampus
c.       Pengaruh buruk pergaulan yang salah di dalam maupun di luar kampus
d.      Kenaikan harga sembako yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Penjabaran TOWS-Strategy juga akan saya jabarkan dalam bentuk poin-poin di bawah ini :
1.      STRENGTH – OPPORTUNITY
Karena saya lama berdomisili di Bandung saya banyak mengetahui berbagai tempat-tempat kuliner, wisata, dan tempat membeli berbagai macam kebutuhan. Hal ini dapat menguatkan kekuatan saya yang mudah bergaul dengan lingkungan baru. Misalnya saja dalam berkenalan dengan orang-orang baru yang semuanya adalah perantau di Bandung, saya dapat menolong mereka beradaptasi dengan budaya Bandung dan menjadi “tour guide” wilayah Bandung bagi mereka. Tentunya dengan banyak mengenal orang baru dari berbagai daerah saya dapat menambah koneksi dan sumber informasi.

Salah satu kelebihan saya adalah open-minded terhadap perkembangan zaman dan teknologi. Hal ini dapat dimanfaatkan dengan peluang saya yang kenal dengan banyak teman di multidisiplin lain. Saya dapat bekerja sama dengan rekan-rekan dengan latar belakang berbagai multidisiplin untuk mengikuti lomba, merancang sesuatu, ataupun melakukan riset bersama untuk kemajuan di bidang teknologi dan sains.

2.      WEAKNESS – OPPORTUNITY
Salah satu kekurangan saya adalah kurang disiplin dalam mengatur keuangan sehingga sering terjadi pengeluaran lebih banyak dari pemasukan. Dengan peluang ayah saya yang mempunyai banyak buku mengenai managemen waktu dan pengembangan diri, saya dapat membaca buku-buku  tersebut untuk mengembangkan diri saya agar dapat meminimalisasi kekurangan-kekurangan saya. Saya dapat berubah menjadi lebih disiplin dalam mengatur waktu dan keuangan, tidak egois, lebih rajin dan bersikap lebih dewasa.

3.      STRENGTH – THREAT
Dengan kelebihan-kelebihan yang saya miliki saya dapat meminimalisasi hambatan-hambatan yang mungkin akan saya hadapi. Misalnya saja  saya akan lebih selektif dalam bergaul agar tidak terjerumus kedalam lingkungan yang buruk.  Saya juga dapat nebeng dengan teman saya apabila saya pulang malam akibat kegiatan kemahasiswaan untuk mencapai rumah saya. Saya tetap akan pulang malam, tetapi tidak melebihi jam malam yang diterapkan orang tua saya.

4.      THREAT-WEAKNESS
Saya akan mencoba mencari solusi untuk meminimalisasi kekurangan-kekurangan diri saya dan mengurangi kemungkinan terjadinya hambatan yang tidak diinginkan.

Review Hari Interaksi Pertama Rabu 1 Agustus 2012


Sebelum kumpul awal pada interaksi hari pertama, terlebih dahulu kami melakukan kumpul angkatan jam 6 pagi di gedung PLN. Kami bertemu dengan rekan-rekan Teknik Kimia yang juga sedang menyiapkan interaksi. Kami melengkap tugas-tugas kami yang kurang seperti name tag, biodata teman, kepangan identitas dan perlengkapan wajib.  Kami terlambat berkumpul ke GSG karena baru berangkat setelah waktu menunjukkan pukul setengah delapan lebih.  Waktu apel awal kami diingatkan kembali mengenai pentingnya kegiatan PPAB ini bagi diri kami sendiri. Setelah itu dilakukan pengecekan perlengkapan dan tugas-tugas.  Ada 56 orang dari angkatan kami yang terkena konsekuensi karena ketidaklengkapan bawaan dan kesalahan mengerjakan tugas. Oleh karena itu kami mengajukan solusi agar pada interaksi berikutnya tidak ada yg mendapat konsekuensi. Solusi tersebut antara lain dengan system buddy yang saling mengingatkan antar pasangan, pendataan kelengkapan barang bawaan, dan pengecekan perlengkapan terlebih dahulu sebelum mulai acara interaksi.

Setelah apel pagi dan pengecekan barang bawaan selesai, kami dimobilisasi ke labtek PTI di gedung Teknik industri. Di sana kami menyimak talk show mengenai visi hidup yang dibawakan oleh ka Rihan El ’04. Saya kebetulan mendapatkan bocoran akan adanya acara talk show ini karena diberitahukan langsung oleh ka Rihan yang notabene adalah mentor saya.  Beliau menekankan pentingnya mempunyai sebuah tujuan dalam hidup kita yang akan membimbing menuju jalan kesuksesan.  Sesi tanya jawab yang dilakukan setelah talk show disambut dengan antusias oleh peserta yang ingin bertanya. Di sini ka Rihan menggali lebih dalam tentang bagaimana menemukan passion dan menjaganya agar terus memberikan semangat kepada kita dalam mencapai tujuan hidup yang kita targetkan.

Sesi mentoring dilaksanakan setelah selesai talkshow dari ka Rihan. Kami dibagi menjadi dua belas kelompok. Masing-masing kelompok dipegang oleh dua orang pembimbing. Kemudian kami dimobilisasi menuju tempat mentoring masing-masing.  Saya masuk ke dalam kelompok sepuluh. Lokasi yang kami pilih menjadi tempat mentoring adalah selasar gedung PLN. Kami membahas mengenai penyususan tujuan hidup secara SMART-C (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time Bonding, and Chalenging) visi dan misi hidup, pembuatan time capsule yang memperjelas pencapaian misi kita, dan materi mengenai penyusuna SWOT (Strength, Weakness, Opportuniti, dan Threat) dan TOWS Strategi (bagaimana kita menghubungkan keempat point T, O, W, S untuk dapat membantu mencapai tujuan kita).

Setelah selesai sesi mentoring, kami dimobilisasi untuk diberikan tugas oleh litbang ke lab PTI. Kemudian interaksi hari pertama ditutup dengan apel sore di GSG.

Monday, July 30, 2012

Impian Saya dan Langkah-Langkah untuk Menggapainya



Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Untuk judul essay mengenai  visi misi hidup yang ditugaskan untuk PPAB MTI 2012, saya memilih judul sepertii diatas karena terdengar lebih fleksibel dan lebih menggambarkan apa yang akan saya ceritakan nanti.  Pertam-tama izinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Aditya Parama Setiaboedi. Saya dilahirkan di Bandung pada tanggal 2 Agustus tahun 1994. Saya adalah anak bungsu dari dua bersaudara yang semuanya adalah laki-laki. Setelah membaca buku Personality Plus karangan Florence Littauer, saya mengetahui kepribadian dasar saya adalah phlegmatic/sanguinis.

Saya memiliki banyak sekali mimpi dan impian saat masih kecil. Dan saat dewasa mimpi dan impian tersebut saya perjelas dan pertegas menjadi sebuah visi hidup. Dalam menyusun visi  hidup ini saya dipengaruhi oleh berbagai macam factor eksternal dan internal.  Anda tentu tahu bahwa perkembangan mental, fisik, dan pikiran seorang anak ditentukan oleh kebanyakan oleh orang tua dan lingkungan anak tsb. Dalam proses penyusunan visi dan misi hidup saya juga dipengaruhi oleh hal-hal tersebut.  Dari awalnya Adit kecil yang memiliki impian untuk terbang ke bulan dan menjadi Superman, sampai Adit remaja yang memiliki impian yang lebih visible untuk dapat direalisasikan. Banyak factor yang mempengaruhi pperkembangan seorang Aditya dalam menentukan visi dan misi hidupnya, baik dari agama, orang tua, teman, sekolah, guru, buku, dan sebagainya. Namun yang paling mempengaruhi adalah lingkungan olah raga terutama orang tua.

Saya belajar dari buku, mentor, dan seminar-seminar mengenai pentingnya memiliki visi atau tujuan hidup. Ada kisah nyata yang saya alami mengenai visi hidup ini. Pada saat saya duduk di bangku kelas 3 SMA, saya memiliki impian sejak kecil untuk menjadi dokter. Karenanya saya belajar dengan rajin dan semangat tanpa kenal lelah mengejar mimpi saya agar dapat diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.  Saya seolah memiliki nyala api semangat yang tidak pernah padam karena stok minyak impian yang tak ada habisnya. Impian benar-benar membuat kita “hidup” dan memberikan buah masa depan bagi orang yang memilikinya di hatinya. Kisah nyata tentang impian lainnya yang berkebalikan dengan cerita sebelumnya saya alami saat masa TPB ITB. Singkat cerita impian saya untuk menjadi dokter kandas akibat vonis buta warna parsial yang saya dapat dari dokter mata. Akhirnya saya mengubah impian saya menjadi melanjutkan kuliah ke FTI ITB karena alasan tertentu. Kisah ini dimulai saat saya diterima di FTI ITB melalui jalur undangan.  Karena visi saya untuk masuk ITB sudah tercapai, saya merasa kurang semangat hidup. Semangat belajar saya jadi menurun, saya pun malas-malasan dalam belajar. Akibatnya IPK saya tidak melebihi 3.3. Karena tamparan kehidupan tersebut saya belajar dan menginstrospeksi diri dalam menyusun impian atau visi hidup.  Seharusnya saya menjadikan ITB sebagai batu loncatan dalam garis takdir hidup saya, bukan menjadi tujuan akhir hidup saya.

Semenjak kelas III SMA saya telah menyusun visi dan misi hidup saya di sebuah buku yang saya beri judul Aditya’s Dream Book. Saya menuliskan 100 impian saya dan menempelkan berbagai gambar yang berhubungan dengan gambar-gambar tersebut. Dalam dream book tersebut tersirat visi dan misi Aditya muda. Seperti yang saya baca dan saya dengarkan dari berbagai sumber, impian-impian yang tertulis akan dapat direalisasikan.  Saya sendiri merasakan berbagai cara dan jalan terbuka menuntun saya menggapai visi-visi yang saya impikan. Ketika saya membuka buku tersebut pada tahun berikutnya, tak terasa bahwa sudah beberapa point yang saya coret dari daftar 100 impian tersebut yang berarti impian tersebut sudah tercapai. Masih banyak misi yang harus saya selesaikan untuk menggapai visi-visi yang telah saya tuliskan di daftar  dream book saya. Fighting !

Sejujurnya saya tidak dapat membagikan visi dan misi yang tertulis dalam dream book saya dalam essai ini. Anda dapat mengontak saya lebih lanjut jika ingin membaca goresan-goresan impian seorang Aditya Parama dalam buku tersebut. Namun ada satu hal yang dapat saya beritahukan kepada Anda visi saya. Salah satu visi saya hidup di dunia adalah menebarkan sebanyak-banyaknya amal di kebun dunia untuk dapat dipanen sebagai buah surga Allah di akhirat kelak.  Terima kasih telah berkenan membaca essai singkat saya. Sampai Jumpa!

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.